Language: Malay, Translator: (please see "About" page)
(18:92) Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). (18:93) Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. (18:94) Mereka berkata: "wahai Dzulkarnain, sesungguhnya Yakjuj Makjuj (atau bangsa Mongol) itu adalah orang-orang yang membuat kerosakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (18:95) Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dianugerahkan Tuhanku kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka (18:96) berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu". (18:97) Maka mereka ( (atau bangsa Mongol) itu)) tidak boleh mendaki dan tidak boleh (pula) melubangi dinding penghalang itu. (18:98) Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding penghalang) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikan dinding penghalang itu hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar".